Sultravisionary.id,Kendari – Jagat maya Sulawesi Tenggara dihebohkan dengan pengakuan memilukan seorang ibu berinisial MS. Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, MS mengungkap dugaan aksi asusila yang dilakukan oleh oknum anggota TNI terhadap buah hatinya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Tak hanya soal tindakan bejat pelaku, publik kian geram setelah mengetahui bahwa terduga pelaku berhasil melarikan diri di tengah proses pemeriksaan hukum.
Dalam unggahan yang penuh kesedihan, MS membeberkan bahwa pelaku adalah seorang prajurit berinisial Sertu MB. Mirisnya, tindakan biadab ini diduga telah berlangsung sejak korban masih kelas 5 SD hingga kini korban hampir menyelesaikan pendidikan dasarnya.
Dampak psikologis yang dialami korban pun sangat berat. MS mengungkapkan bahwa anaknya menyimpan luka tersebut sendirian dalam ketakutan yang luar biasa.
”Anakku sudah rusak mentalnya, sudah pernah dia coba bunuh diri. Ternyata sudah dari kelas 5 dia dilecehkan sampai sekarang sudah mau tamat SD,” tulis MS dalam unggahan yang viral tersebut.
Pihak Kodim 1417/Kendari membenarkan adanya laporan tersebut. Namun, proses hukum sempat terkendala karena perilaku tidak kooperatif dari Sertu MB.
Pasi Intel Kodim 1417/Kendari, Kapten Inf Edi Kusuma, mengungkapkan bahwa Sertu MB melarikan diri saat tengah menjalani pemeriksaan intensif.
”Yang bersangkutan meninggalkan tempat pemeriksaan dengan alasan mau makan, namun tidak kembali,” ujar Kapten Edi saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (29/4) malam.
Hal senada disampaikan oleh Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela. Ia menjelaskan bahwa pihaknya menerima pelimpahan perkara, namun fisiknya (tersangka) tidak ada di tempat.
Pihak Denpom XIV/3 Kendari menegaskan tidak akan tinggal diam atas kejadian ini. Meskipun Sertu MB menghilang, proses penyidikan dipastikan tetap berjalan sesuai koridor hukum militer yang berlaku.
Saat ini, status Sertu MB telah resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
”Satuan sudah membuat surat permohonan bantuan pencarian DPO untuk dilakukan penangkapan. Proses penyidikan dalam penanganan Denpom tetap berjalan,” tegas Letkol CPM Haryadi.
Pihak TNI mengimbau bagi masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Sertu MB agar segera melapor ke pihak berwajib guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.











