Uncategorized

‎Resmi Pecahkan Rekor Dunia! 1.228 Dulang Tradisional Muna Catat Sejarah di Silaturahmi Akbar KKMM Sultra

34
×

‎Resmi Pecahkan Rekor Dunia! 1.228 Dulang Tradisional Muna Catat Sejarah di Silaturahmi Akbar KKMM Sultra

Sebarkan artikel ini

Sultravisionary.id,Kendari – Sejarah baru tercipta dalam Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang digelar di kawasan MTQ Kendari, Minggu (19/7/2026). Sebanyak 1.228 dulang (talang) makanan tradisional Muna resmi diakui sebagai rekor dunia, melampaui target awal panitia yang hanya menyiapkan 1.200 dulang.

‎Perhelatan bertema “Merajut Persaudaraan, Melestarikan Adat dalam Semangat Kawunaha yang Luhur Menuju Indonesia Emas 2045” itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi warga Muna, tetapi juga sukses mengangkat kekayaan budaya lokal ke panggung dunia.

‎Awalnya, panitia hanya mengajukan pencatatan rekor nasional. Namun, setelah proses verifikasi ketat sejak pagi, tim Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) menemukan jumlah dulang mencapai 1.228, lebih banyak dari laporan panitia.

‎Senior Manajer MURI, Triyono, mengejutkan ribuan peserta saat mengumumkan hasil verifikasi di atas panggung.

“Hasil verifikasi kami mendapati angka 1.228 dulang, melebihi penyampaian panitia,”ujarnya.

‎Tak berhenti di situ, Triyono kemudian menyampaikan keputusan yang disambut tepuk tangan meriah.

‎”Melihat seluruh rangkaian acara hari ini, mohon maaf, MURI tidak bisa memberikan penghargaan rekor Indonesia. Karena pada hari ini, kami langsung mencatat kegiatan ini sebagai rekor dunia,” tegasnya.

‎Menurut Triyono, dulang bagi masyarakat Muna bukan sekadar wadah untuk menyajikan makanan. Tradisi tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam sebagai simbol kebersamaan, ruang penuh doa, serta ungkapan rasa syukur dalam kehidupan masyarakat Wuna.

Sementara itu, Ketua KKMM Sultra, La Ode Darwin, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan, rekor dunia ini merupakan bukti komitmen masyarakat Muna dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.

‎”Budaya adalah jati diri. Melalui festival ini, kami ingin mempertemukan seluruh keluarga besar Muna, memperkuat rasa persaudaraan, dan memastikan warisan adat tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Semangat Kawunaha yang diwariskan para leluhur harus menjadi energi untuk berkontribusi bagi daerah dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

‎Darwin juga mengingatkan pentingnya memperkenalkan budaya Muna kepada generasi muda agar tidak kehilangan identitas di tengah derasnya arus modernisasi.

‎Menurutnya, Silaturahmi Akbar KKMM bukan hanya menjadi ajang berkumpul masyarakat Muna, tetapi juga wadah edukasi budaya yang diharapkan terus berlanjut setiap tahun.

“Anak-anak kita harus mengenal akar budayanya. Jangan sampai mereka hanya mengenal budaya dari luar, sementara kekayaan tradisi yang kita miliki perlahan terlupakan. Festival ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga identitas masyarakat Muna,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *