Hukrim

Anak-Anak TK Presiden Belajar Tertib Lalu Lintas Bersama Kepolisian, Tak Lagi Takut Sosok Polisi

10
×

Anak-Anak TK Presiden Belajar Tertib Lalu Lintas Bersama Kepolisian, Tak Lagi Takut Sosok Polisi

Sebarkan artikel ini

Sultravisionary.id,Kendari – TK Presiden Kecamatan Baruga antusias mengikuti kegiatan outing class edukatif yang berfokus pada pengenalan aturan dan keselamatan berlalulintas pada Selasa, 29 September. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada anak-anak mengenai pentingnya tertib di jalan raya serta menanamkan kesadaran akan keselamatan berkendara.

Melalui interaksi langsung ini, para siswa tidak hanya belajar mengenal berbagai tanda lalu lintas, tetapi juga diajak untuk memahami peran penting aparat kepolisian dalam menjaga ketertiban masyarakat.

Kepala Sekolah TK Presiden, Eca Hamsah, S.Pd. Menjelaskan bahwa tujuan utama dari agenda ini adalah mengenalkan rambu-rambu lalu lintas sekaligus menghilangkan rasa takut anak-anak terhadap sosok polisi.

Ia mengungkapkan bahwa sebagian anak masih merasa trauma atau takut bertemu polisi, bahkan sempat ada murid yang enggan bergabung dalam kegiatan. Melalui pendekatan ramah anak ini, kepolisian menunjukkan bahwa mereka adalah sahabat anak yang bertugas melindungi, bukan menakut-nakuti, sehingga diharapkan dapat menginspirasi anak-anak untuk bercita-cita menjadi anggota kepolisian di masa depan.

Ia juga menyoroti belum adanya sosialisasi rutin dari kepolisian ke sekolah-sekolah, padahal manfaat edukasi seperti ini sangat besar bagi pembentukan karakter anak. Ia mengamati bahwa anak-anak kerap enggan menggunakan helm saat dibonceng motor, namun setelah mendapat imbauan langsung dari pihak kepolisian, mereka menjadi lebih patuh dan paham bahwa helm berfungsi melindungi kepala dari bahaya kecelakaan.

Edukasi langsung dari figur otoritas terbukti lebih efektif membekali anak dengan kepatuhan dan kesadaran keselamatan sejak dini.

Guna menunjang keselamatan di lingkungan sekolah secara berkelanjutan, Eca Hamsah menyampaikan sarannya agar fasilitas keselamatan jalan raya di sekitar sekolah diperhatikan. Ia berharap kepolisian dan pihak terkait dapat membantu memasang zebra cross serta rambu-rambu lalu lintas di depan sekolah, mengingat pihak sekolah tidak memiliki kewenangan untuk membuatnya sendiri tanpa izin resmi.

Penambahan fasilitas penyeberangan ini dinilai sangat krusial untuk menjamin keamanan para siswa dan orang tua saat proses antar-jemput setiap harinya.

Dari sudut pandang orang tua, kegiatan outing class ini mendapatkan apresiasi yang sangat positif karena memberikan dampak nyata pada perilaku anak. Ibu Rima, salah satu orang tua murid yang hadir mendampingi, menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan banyak manfaat langsung bagi pemahaman anak-anaknya di jalan raya.

Ia merasa senang karena persepsi anak-anak terhadap polisi kini berubah menjadi positif, dari yang semula merasa takut menjadi lebih ramah dan bersahabat.

Ibu Rima menambahkan bahwa kegiatan lapangan ini secara efektif membantu menanamkan kedisiplinan berlalulintas serta etika berkendara kepada anak-anak sejak usia dini. Anak-anak kini memahami pentingnya bersikap tertib di jalan raya, seperti kewajiban memakai sabuk pengaman (seatbelt) saat berada di dalam mobil serta memakai helm saat naik sepeda motor.

Selain itu, anak-anak juga diperkenalkan pada kelengkapan berkendara orang dewasa, seperti kepemilikan SIM dan STNK, sebagai bagian dari edukasi hukum dasar.

Secara keseluruhan, outing class TK Presiden Kecamatan Baruga sukses menggabungkan unsur edukasi, pembentukan karakter, dan interaksi sosial yang menyenangkan bagi anak usia dini. Sinergi antara lembaga pendidikan, orang tua, dan kepolisian ini diharapkan dapat terus berlanjut guna menciptakan generasi muda yang sadar hukum dan mengutamakan keselamatan lalu lintas.

Berakhirnya kegiatan ini menandai langkah awal pembentukan budaya tertib berlalulintas yang dimulai dari lingkungan sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *