Sultravisionary.id,Kendari – Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, melontarkan kritik tajam terhadap kompetensi Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar.
Nur Alam menilai posisi strategis di tubuh Bank Sultra seharusnya diisi figur yang memiliki kapasitas, pengalaman, serta rekam jejak kuat di dunia perbankan.
Dalam keterangannya, ia menyebut Andri Permana tidak memenuhi kompetensi untuk memimpin bank pembangunan daerah yang memiliki jaringan dan struktur besar seperti Bank Sultra.
“Direktur Utama Bank Sultra itu, yang bersangkutan tidak kompeten dan tidak memenuhi kompetensi. Jadi selain tidak kompeten, juga tidak memenuhi kompetensi, baik dari sisi jenjang jabatan maupun pengalaman untuk memimpin lembaga yang setingkat,” ujar Nur Alam.
Menurutnya, jabatan Direktur Utama Bank Sultra membutuhkan kapasitas kepemimpinan dan pengalaman perbankan yang mumpuni karena tanggung jawabnya setara dengan pimpinan bank-bank besar nasional.
“Bank Sultra walaupun berdomisili di daerah, itu sama dengan Direktur Utama Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, yang memiliki cabang utama, cabang pembantu, dan tersebar di berbagai tempat,” katanya.
Nur Alam juga menilai kepemimpinan saat ini berpotensi melemahkan fungsi intermediasi perbankan serta merusak sistem kaderisasi internal di Bank Sultra.
“Intermediasinya pasti lemah. Kemudian sekaligus merusak tatanan kaderisasi internal kader-kader Bank Sultra itu sendiri,” tegasnya.
Ia menyebut Bank Sultra sebenarnya memiliki banyak kader internal yang dinilai lebih layak karena telah memiliki pengalaman struktural dan memahami sistem perbankan daerah.
“Padahal kader-kader internal Bank Sultra itu sudah cukup banyak yang memiliki kemampuan dan pengalaman,” ujarnya.
Selain itu, Nur Alam turut menyoroti ketatnya persaingan industri perbankan di daerah, baik dengan bank pemerintah maupun bank swasta nasional. Karena itu, menurutnya, Bank Sultra membutuhkan sosok pemimpin yang benar-benar memiliki pengalaman dan prestasi nyata di sektor perbankan.
“Apalagi kita tidak pernah melihat prestasinya. Jadi enggak ada prestasi,” ucapnya.
Pernyataan Nur Alam tersebut kini menjadi perhatian publik terkait kepemimpinan dan tata kelola Bank Sultra, khususnya dalam menjaga profesionalisme, daya saing, serta penguatan sumber daya manusia internal di tengah persaingan industri jasa keuangan yang semakin ketat.











