Uncategorized

OJK, BEI dan Kemenag Kendari Dorong Literasi Pasar Modal Syariah Lewat Sekolah Pasar Modal

15
×

OJK, BEI dan Kemenag Kendari Dorong Literasi Pasar Modal Syariah Lewat Sekolah Pasar Modal

Share this article

KENDARI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersinergi dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sultra dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari menggelar kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah pada Rabu 21 Januari 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Kementerian Haji Kota Kendari ini diikuti oleh 76 peserta yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kota Kendari.

Kepala OJK Sultra yang sambutannya disampaikan oleh Manajer Madya PEPK dan LMSt OJK Sultra, Desiyani Patra Rapang, mengungkapkan minat investasi masyarakat di Bumi Anoa terus menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data per November 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) di Sulawesi Tenggara tercatat mencapai 157.693 rekening atau tumbuh sebesar 40,68 persen secara tahunan (year-on-year).

“Pertumbuhan investor yang signifikan di Sulawesi Tenggara merupakan sinyal positif bagi penguatan inklusi keuangan daerah. Namun demikian, peningkatan partisipasi masyarakat di pasar modal juga harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai terkait risiko dan keamanan berinvestasi,” ujar Desiyani.

Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan legalitas entitas yang menawarkan produk investasi serta menilai kewajaran imbal hasil yang dijanjikan agar terhindar dari berbagai modus investasi ilegal, seperti skema ponzi hingga penyalahgunaan nama perusahaan berizin.

Lebih lanjut disampaikan, berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), total kerugian akibat aktivitas keuangan ilegal di Sulawesi Tenggara mencapai Rp21,8 miliar. Kota Kendari menjadi wilayah dengan jumlah laporan aktivitas keuangan ilegal tertinggi, yakni sebanyak 579 laporan dengan total kerugian mencapai Rp10,7 miliar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa edukasi dan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas keuangan ilegal masih sangat dibutuhkan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari, Hj. Marni, yang menyampaikan apresiasi kepada OJK Sulawesi Tenggara atas sinergi yang terjalin dalam penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Syariah.

Kemenag Kota Kendari menyatakan dukungan penuh terhadap program ini sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan syariah, khususnya di kalangan ASN.

Sementara itu, Kepala Kantor BEI Sulawesi Tenggara, Bayu Saputra, menegaskan masyarakat tidak perlu ragu untuk berinvestasi di pasar modal syariah, termasuk terkait aspek kehalalan.

Pasar modal syariah di Indonesia telah melalui proses seleksi dan pengawasan oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) serta OJK, baik dari sisi kegiatan usaha emiten maupun rasio keuangan.

Penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Syariah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan literasi dan inklusi pasar modal syariah sekaligus mendukung implementasi program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Kota Kendari.

Melalui sinergi antara OJK, BEI, dan Kemenag, diharapkan partisipasi masyarakat dalam investasi syariah terus meningkat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *