Sultravisionary.id,Kendari – Dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengurusan transkrip nilai mahasiswa di lingkungan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) yang mencuat ke publik akhirnya mendapat tanggapan resmi dari pimpinan kampus.
Rektor Unsultra, Jamhir Safani, menegaskan bahwa praktik yang diduga sebagai pungli tersebut kemungkinan terjadi pada masa kepemimpinan sebelumnya, sebelum dirinya menjabat.
“Kejadian-kejadian seperti itu mungkin pernah terjadi pada periode sebelum saya,” ujar Prof. Dr. Eng. Jamhir Safani, Jumat (27/2/2026).
Sebagai rektor yang baru menjabat, ia menekankan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola kampus, termasuk menindaklanjuti dugaan pungli dalam layanan administrasi akademik.
“Tugas saya sebagai rektor baru adalah membenahi hal-hal yang tidak benar yang pernah terjadi sebelumnya, termasuk dugaan pungli tersebut,” tegasnya.
Tak hanya menyoroti persoalan transkrip nilai, Prof. Jamhir juga menyinggung praktik pembayaran tes TOEFL yang disebut-sebut pernah dilakukan melalui rekening pribadi pada masa lalu. Ia memastikan praktik semacam itu tidak akan terulang.
“Praktik pembayaran tes TOEFL ke rekening pribadi yang pernah terjadi di masa lalu tidak akan terjadi lagi,” katanya.
Sebagai langkah konkret, pihak yayasan disebut akan segera melakukan audit internal terhadap keuangan Unsultra selama 12 tahun terakhir. Audit tersebut akan melibatkan akuntan publik independen guna menjamin transparansi dan objektivitas.
“Hasil audit nantinya akan digunakan pihak berwenang bersama auditor eksternal. Ini bagian dari benah-benah dan bersih-bersih untuk kebangkitan Unsultra,” jelasnya.
Rektor berharap audit menyeluruh tersebut dapat memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan transparansi, serta memulihkan kepercayaan sivitas akademika dan masyarakat terhadap institusi pendidikan tersebut.
Pihak kampus juga menyatakan terbuka terhadap masukan dan laporan dari mahasiswa maupun masyarakat demi perbaikan tata kelola layanan akademik ke depan.











