METRO

Ketua Pembina Unsultra Canangkan RS Kampus dan Fakultas Kedokteran, Siap Perkuat Layanan Kesehatan

22
×

Ketua Pembina Unsultra Canangkan RS Kampus dan Fakultas Kedokteran, Siap Perkuat Layanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

Sultravisionary.id,Kendari – Ketua Pembina Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Nur Alam, mencanangkan rencana besar pembangunan rumah sakit kampus serta pembentukan Fakultas Kedokteran. Rencana strategis tersebut diumumkan dalam momentum wisuda yang digelar baru-baru ini.

Dalam arahannya, Nur Alam menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit kampus merupakan bagian dari pengembangan institusi sekaligus langkah nyata meningkatkan kontribusi Unsultra dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Rumah sakit ini bukan hanya untuk kebutuhan akademik, tetapi juga menjadi bentuk pengabdian kampus bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, ia juga menginstruksikan jajaran pimpinan universitas untuk segera mempersiapkan pembentukan Fakultas Kedokteran sebagai tindak lanjut dari rencana pembangunan tersebut.

Selain fokus pada pengembangan fisik dan akademik, Nur Alam turut menekankan pentingnya menjaga integritas dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Ia mengingatkan bahwa dinamika dunia pendidikan harus disikapi dengan tetap berpegang pada regulasi yang berlaku.

Menurutnya, Unsultra bukan milik individu, melainkan milik masyarakat. Karena itu, tata kelola kampus harus dijalankan secara transparan, profesional, dan sesuai aturan yayasan.

“Pergantian pembina bisa saja terjadi, baik karena berhalangan tetap maupun mengundurkan diri, namun harus melalui mekanisme yang benar sesuai Undang-Undang Yayasan dan AD/ART,” tegasnya dalam sambutan, Rabu (15/4/2025).

Ia menambahkan, setiap kebijakan yang diambil harus melalui kajian matang dan berlandaskan hukum agar dapat dipertanggungjawabkan, baik secara akademik maupun legal.

Dalam kesempatan tersebut, Nur Alam juga mengingatkan para wisudawan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar di tengah masyarakat.

“Wisuda bukan akhir, tetapi awal. Lulusan harus menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan ilmu yang dimiliki,” pesannya.

Ia turut menyoroti pentingnya moralitas dalam dunia keilmuan. Menurutnya, ilmu tanpa etika berpotensi membawa dampak negatif.

“Ilmu harus diiringi moral. Tanpa itu, keahlian justru bisa merugikan masyarakat dan negara,” katanya.

Menutup sambutannya, Nur Alam mengajak seluruh lulusan untuk menjadikan ilmu sebagai sarana membangun bangsa dengan tetap berpegang pada nilai-nilai etika.

“Pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan, tetapi juga karakter. Dengan keduanya, kita bisa membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *