Hukrim

FRI Bombana Desak APH Usut Tuntas Dugaan Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah ‎

350
×

FRI Bombana Desak APH Usut Tuntas Dugaan Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah ‎

Sebarkan artikel ini

Sultravisionary.id,Bombana – Federasi Rakyat Indonesia (FRI) Kabupaten Bombana kembali menggebrak dengan menyoroti dugaan praktik jual beli jabatan Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bombana.

‎Dugaan tersebut menguat setelah beredarnya rekaman suara yang diduga melibatkan seorang oknum dalam proses penempatan jabatan strategis di sektor pendidikan.

‎Ketua FRI Bombana, Juz Wiwing, menegaskan bahwa pihaknya menantang sekaligus mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Bombana untuk segera turun tangan mengusut kebenaran rekaman tersebut.

‎Menurut Juz Wiwing, APH memiliki kewenangan penuh untuk menelusuri potensi tindak pidana korupsi, penyalahgunaan wewenang, hingga praktik jual beli jabatan yang jelas-jelas bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

‎“Jika benar ada transaksi atau permintaan imbalan dalam penentuan jabatan Kepala Sekolah, maka itu merupakan tindakan melanggar hukum dan harus diusut tuntas,” tegasnya.

‎Ia menambahkan, dugaan praktik tersebut melanggar UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, khususnya Pasal 3 huruf d yang menekankan pentingnya integritas, kejujuran, dan bebas dari KKN. Selain itu, tindakan tersebut juga bertentangan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pemberantasan Pungutan Liar.

‎“Kami meminta APH Bombana tidak tinggal diam. Rekaman suara yang beredar telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan mencoreng marwah dunia pendidikan,” ujarnya.

‎FRI Bombana menilai, jika praktik jual beli jabatan benar terjadi, dampaknya bukan hanya merugikan negara tetapi juga menghancurkan kualitas pendidikan.

‎Proses promosi jabatan tidak lagi berdasarkan kompetensi, melainkan transaksi, yang pada akhirnya merugikan siswa, guru, dan masa depan pendidikan di Bombana.

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *