KONAWE RAYA

Massa Desak Audit Total Pemdes Tetenggolasa, Bupati Konsel Turun Tangan

31
×

Massa Desak Audit Total Pemdes Tetenggolasa, Bupati Konsel Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Sultravisionary.id,Konsel – Aksi demonstrasi Jilid II yang digelar Aliansi Masyarakat Desa Tetenggolasa bersama mahasiswa akhirnya membuahkan hasil. Tekanan massa berhasil memaksa otoritas terkait untuk menyetujui audit investigatif menyeluruh terhadap Pemerintah Desa Tetenggolasa.

‎Aksi dimulai dengan mendatangi Kantor Inspektorat Daerah Konawe Selatan. Dalam pertemuan yang berlangsung tegang namun argumentatif, Kepala Inspektorat menyatakan kesanggupan melakukan audit total terhadap kepala desa beserta jajarannya. Komitmen tersebut bahkan dituangkan secara tertulis di atas dokumen resmi sebagai bentuk jaminan keseriusan.

‎Jenderal Lapangan aksi, Tommy Pranata Bachari, menegaskan bahwa komitmen tertulis itu menjadi bukti kuat bahwa tuntutan masyarakat tidak bisa lagi diabaikan.

‎“Kami tidak datang untuk sekadar mendengar janji. Dokumen hitam di atas putih ini adalah bukti bahwa desakan rakyat memiliki dasar yang jelas. Bahkan, jaminan jabatan yang diberikan menunjukkan persoalan ini sangat serius,” tegasnya.

‎Usai dari Inspektorat, massa melanjutkan aksi ke Kantor Bupati Konawe Selatan. Di lokasi ini, Bupati turun langsung menemui para demonstran, sebuah langkah yang dinilai sebagai respons cepat terhadap aspirasi publik.

‎Dalam dialog terbuka, Bupati menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan polemik yang terjadi di Desa Tetenggolasa. Ia bahkan langsung menginstruksikan Inspektorat untuk mempercepat proses audit tanpa hambatan birokrasi.

‎Menanggapi hal tersebut, Tommy menyebut kehadiran Bupati sebagai sinyal positif bahwa suara masyarakat akhirnya didengar.

‎“Ini langkah konkret yang kami apresiasi. Namun kami tegaskan, ini baru awal. Kami akan terus mengawal proses ini hingga tuntas,” ujarnya.

‎Aksi yang berlangsung hingga sore hari itu ditutup dengan pernyataan sikap bahwa aliansi masyarakat dan mahasiswa akan tetap siaga mengawal jalannya audit. Mereka menegaskan tidak akan memberi ruang bagi potensi penyimpangan selama proses berlangsung.

‎“Kami akan kembali dengan massa lebih besar jika ditemukan indikasi ketidakjujuran. Keadilan untuk warga Tetenggolasa adalah harga mati,” tutup Tommy.

‎Aksi Jilid II ini menjadi bukti kuatnya solidaritas antara masyarakat dan mahasiswa dalam mendorong transparansi serta akuntabilitas pemerintahan desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *