Sultravisionary.id,Kendari – Dalam rangka memperingati Pekan Glaukoma Sedunia 2026 yang berlangsung pada 8–14 Maret 2026, JEC Group mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit glaukoma.
Penyakit glaukoma merupakan salah satu penyebab utama kebutaan permanen di dunia. Karena kerusakan penglihatan akibat penyakit ini tidak dapat dipulihkan, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih serius.
Dokter mata di JEC ORBITA Kendari, dr. Dewi Nugrahwati Putri, SpM, menjelaskan bahwa glaukoma sering kali tidak disadari penderitanya karena berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas.
“Glaukoma sering disebut sebagai silent thief of sight karena kerusakan saraf optik terjadi secara perlahan tanpa gejala yang jelas. Banyak pasien baru datang ketika penglihatannya sudah mulai menyempit,” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan mata secara rutin sangat penting, terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko seperti usia di atas 40 tahun, memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma, serta penderita penyakit seperti diabetes dan hipertensi.
Ia menambahkan, dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, perkembangan penyakit glaukoma masih dapat dikendalikan sehingga risiko kebutaan dapat ditekan.
Sebagai bagian dari peringatan Pekan Glaukoma Sedunia 2026, JEC ORBITA Kendari juga menggelar sejumlah kegiatan edukasi dan pemeriksaan mata guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini glaukoma.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih rutin melakukan pemeriksaan kesehatan mata, sehingga penyakit yang berpotensi menyebabkan gangguan penglihatan dapat diketahui sejak dini.
“Dengan pemeriksaan mata secara berkala, glaukoma bisa terdeteksi lebih cepat sehingga penanganannya juga dapat dilakukan lebih dini. Ini penting untuk mencegah kerusakan penglihatan yang lebih parah,” tutup dr. Dewi.











