Sultravisionary.id,Kendari – Hampir tiga bulan sejak dilaporkan ke polisi, kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), masih menyisakan tanda tanya. Keluarga korban mengaku belum mendapatkan kepastian terkait perkembangan penanganan perkara tersebut.
Orang tua korban berinisial US mendesak Polresta Kendari agar segera menindaklanjuti laporan yang dibuat pada Juli 2026. Keluarga mengaku kecewa karena terduga pelaku belum ditangkap, sementara mereka menyebut telah menyerahkan sejumlah bukti dan keterangan saksi kepada penyidik.
US berharap Kapolresta Kendari dan pejabat terkait memberikan perhatian serius terhadap laporan tersebut, terlebih karena perkara ini menyangkut dugaan tindak pidana terhadap anak.
Menurut US, anaknya telah menceritakan dugaan peristiwa yang dialaminya dan menyebut seorang pria yang diduga sebagai pelaku. Keluarga berharap keterangan korban dapat diperiksa secara objektif dan menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Namun, US mengaku muncul persoalan lain ketika anaknya disebut mendapat tekanan dari pihak tertentu yang menyatakan bahwa orang yang melakukan dugaan pencabulan bukanlah sosok yang disebut korban.
“Keterangan anak saya hanya menyebut satu orang yang melecehkannya. Tetapi, anak saya justru mendapat tekanan dari pihak lain yang menyebut pelakunya orang berbeda,” kata US, Minggu (4/10/2026).
Keluarga meminta agar tidak ada pihak yang berusaha memengaruhi keterangan korban. Mereka berharap penyidik dapat menggali seluruh informasi secara profesional dengan tetap memperhatikan kondisi psikologis anak.
Berdasarkan dokumen pengaduan keluarga, dugaan peristiwa pertama dilaporkan terjadi pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 18.00 Wita, di sebuah kios di Kelurahan Sodohoa, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.
Keluarga kemudian menempuh jalur hukum karena merasa tidak terima atas dugaan peristiwa yang menimpa anak mereka.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polresta Kendari mengenai perkembangan terbaru laporan tersebut, termasuk status penyelidikan dan alasan belum adanya penangkapan.
Keluarga berharap aparat segera memberikan kepastian hukum serta memastikan korban mendapatkan perlindungan selama proses penanganan perkara berlangsung.
Hampir Tiga Bulan Dilaporkan, Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Kendari Belum Ditangkap











